SERUYAN, PACARITA - Tiga prajurit TNI Angkatan Darat gugur setelah helikopter Mil Mi-17V5 bernomor registrasi HA-5235 milik Penerbad jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu, 4 November 2026.
Illustrasi
Helikopter itu sedang menjalankan misi pengambilan air untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting ketika mengalami kecelakaan sekitar pukul 11.17 WIB. Delapan personel berada di dalam pesawat saat kejadian berlangsung.
Tiga prajurit yang gugur telah diidentifikasi, yakni Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah, Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar, dan Sertu Anumerta Heri Prasetyo. Lima personel lainnya mengalami luka-luka dan mendapat penanganan medis di RSUD Kuala Pembuang.
Proses evakuasi terus berjalan. Dua jenazah yang telah selesai ditangani di RSUD Kuala Pembuang diberangkatkan ke Semarang menggunakan pesawat CASA 212 registrasi A-9035 milik TNI AD melalui Bandar Udara Kuala Pembuang.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, memastikan pihaknya turut mendukung kelancaran proses evakuasi sekaligus menjaga pelayanan penerbangan tetap berjalan normal. Bandara Kuala Pembuang melakukan penyesuaian alur pergerakan penumpang dan pengaturan parkir pesawat demi kelancaran kedua kepentingan itu.
Kemenhub melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII terus berkoordinasi dengan TNI AD, Basarnas, AirNav Indonesia, dan pengelola bandara. Koordinasi difokuskan pada dukungan evakuasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing instansi.
Karena helikopter tersebut berstatus pesawat udara negara, informasi resmi terkait kondisi korban, perkembangan evakuasi, dan penyebab kecelakaan sepenuhnya menjadi kewenangan TNI AD. Kemenhub mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan dari sumber resmi.
The free app that makes your Internet safer. |

0 Komentar