TpY5GUWiGfA8BUG0GfziTpz5
0
    0
      Breaking News

      iPhone Duo Masuk Indonesia, Ponsel Lipat Apple Tembus Rp75 Juta

      Unboxing iPhone Duo, Menguji HP Lipat Perdana Apple yang Viral

      MAKASSAR, PACARITA - Ponsel lipat pertama Apple akhirnya mendarat di Indonesia, dan harganya membuat banyak orang menahan napas. iPhone Duo dibanderol puluhan juta rupiah, dari kisaran Rp45 juta hingga sekitar Rp75 juta, sementara di pasar tertentu varian tertingginya dilaporkan menyentuh Rp96 juta.

      Angka itu menempatkan iPhone Duo sebagai salah satu iPhone termahal yang pernah dijual di Tanah Air. Meski begitu, rasa penasaran publik tidak surut. Sebuah video unboxing dan pengujian dari kanal YouTube GadgetIn, misalnya, ditonton sekitar 2,8 juta kali hanya dalam dua hari.

      Apple memperkenalkan perangkat ini dalam acara pada 9 September 2026 dengan nama iPhone Duo, bukan iPhone Fold atau iPhone Ultra seperti yang lama diperkirakan. Nama itu dipilih karena perangkatnya memiliki dua layar. Di Indonesia, pemesanan awal dibuka pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB melalui distributor resmi, termasuk iBox. Harga resmi varian terendah dibuka di Rp45,67 juta, sedangkan varian teratas hampir Rp76 juta. 

      Penjualan reguler dijadwalkan mulai 30 Oktober 2026. Karena itu, pembicaraan di kalangan pencinta gawai kini beralih dari sekadar bocoran ke pertanyaan yang lebih praktis, yaitu apakah perangkat semahal ini layak dibeli.

      Jawabannya dimulai dari desainnya. iPhone Duo memakai engsel titanium yang memungkinkan bodinya dibuka dan dilipat dengan mulus. Saat tertutup, pengguna mendapat layar luar 5,4 inci. Saat dibuka, layar utamanya melebar menjadi 7,6 inci, ukuran yang lebih dekat ke tablet mini ketimbang ponsel biasa.

      Perubahan juga terasa pada tata letak tombolnya. Tombol volume dipindahkan ke bagian atas, sedangkan tombol power kini berfungsi ganda sebagai sensor Touch ID. Di bagian bawah, Apple menyematkan tombol kontrol kamera yang memudahkan pengguna saat memotret.

      Urusan kartu SIM pun berubah total. iPhone Duo sepenuhnya mengandalkan eSIM dan tidak lagi menyediakan slot SIM fisik. Bagi pengguna yang masih sering berganti kartu atau bepergian ke luar negeri, ini bisa menjadi kebiasaan baru yang perlu dipelajari.

      Di sektor kamera, Apple menempuh jalur yang cukup berani. Bagian belakang dibekali dua kamera 48 megapiksel, yakni kamera ultra-wide dan kamera utama fusion dengan zoom 2x. Tidak ada lensa tele, sebuah keputusan yang kemungkinan memancing perdebatan di antara penggemar fotografi ponsel.

      Untuk panggilan video, kamera FaceTime ditanam di bawah layar bagian dalam. Dengan begitu, permukaan layar lebar tetap bersih tanpa lubang atau poni yang mengganggu saat dipakai menonton maupun bekerja.

      Yang paling menarik justru ada di sisi perangkat lunak. iPhone Duo mendukung penggunaan dua aplikasi sekaligus pada satu layar. Kombinasi aplikasi favorit itu bahkan bisa disimpan sebagai pages khusus, sehingga pengguna dapat membukanya kembali dengan cepat tanpa menata ulang jendela satu per satu.

      Fitur ini menunjukkan arah yang hendak dituju Apple. Perangkat lipat bukan sekadar ponsel dengan layar besar, melainkan alat kerja yang dirancang untuk multitasking. Di titik inilah iPhone Duo mencoba membedakan diri dari para pesaing yang lebih dulu hadir di segmen lipat.

      Namun harga tetap menjadi tembok tertinggi. Dengan banderol yang berlipat-lipat dari iPhone seri reguler, iPhone Duo jelas tidak dibidik untuk pasar massal. Ia lebih tepat disebut perangkat untuk kolektor, pengguna profesional, dan mereka yang ingin menjadi yang pertama memegang karya lipat Apple.

      Perbedaan harga antarvarian dan antarpenjual juga patut dicermati. Selisih belasan juta rupiah antara harga resmi dan harga di pasaran menunjukkan tingginya permintaan, sekaligus mengingatkan calon pembeli agar berhati-hati dan memastikan garansi resmi.

      Bagi sebagian orang, video unboxing yang viral itu mungkin sudah cukup memuaskan rasa ingin tahu. Bagi yang lain, menyentuh langsung engsel titanium dan merasakan layar 7,6 inci itu adalah pengalaman yang tidak bisa digantikan layar YouTube. Di antara dua pilihan itulah pasar iPhone Duo di Indonesia sedang ditentukan.

      Baca juga:

      Loading...
      Tambahkan komentar

      0 Komentar

      Tulis komentar
      Next Post
      Next Post
      Ads
      Seedbacklink
      Ads