MAKASSAR, PACARITA - Empat peserta didik dari Kabupaten Sinjai pulang membawa kebanggaan dari panggung Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan Barat Tahun 2026 yang digelar di Makassar, Sabtu, 31 Oktober 2026. Mereka bersaing dalam lomba bahasa dan sastra daerah bersama perwakilan dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulsel dan Sulbar, serta berhasil menorehkan nama Sinjai di papan perolehan juara.
Ajang FTBI menjadi salah satu festival bergengsi yang secara khusus mendorong generasi muda menguasai dan mencintai bahasa ibu mereka. Tahun ini, Sinjai mengirimkan delegasi yang tampil di tiga kategori sekaligus, yakni mendongeng, menulis cerpen, dan pidato dalam bahasa daerah.
Prestasi paling membanggakan diraih A. Citra Damayanti, siswi SMPN 16 Sinjai, yang berhasil menyabet Juara I pada kategori Mendongeng Bahasa Konjo Putri. Penampilan Citra dinilai menonjol dalam hal penghayatan cerita dan kemahiran berbahasa Konjo, bahasa daerah yang lazim digunakan di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan bagian selatan.
Dari sekolah yang sama, Ainur Fakhira turut mengharumkan nama Sinjai dengan meraih Juara II pada kategori Menulis Cerpen Bahasa Konjo Putri. Kemampuan Fakhira menuangkan cerita dalam bahasa daerah secara tertulis menjadi nilai tersendiri yang diapresiasi dewan juri.
Sinjai juga mencatat prestasi di cabang pidato bahasa daerah. Syeh Zahran Ar Zalif, siswa SMPN 7 Sinjai, meraih Juara III pada kategori Pidato Bahasa Bugis Putra. Bahasa Bugis merupakan salah satu bahasa daerah dengan penutur terbesar di Sulawesi Selatan, sehingga persaingan di kategori ini terbilang cukup ketat.
Satu lagi prestasi datang dari jenjang sekolah dasar. Inne Khusnun Fauzia dari SDN 41 Bikeru berhasil meraih Juara III pada kategori Menulis Cerpen Putri. Keberhasilan siswa SD masuk jajaran juara menjadi sinyal positif bahwa pembinaan bahasa daerah di Sinjai menyentuh semua tingkatan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib, menyampaikan apresiasi langsung kepada para peserta didik yang telah membawa pulang penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian ini bukan hanya kebanggaan pribadi para siswa, melainkan juga cerminan kualitas pembinaan di dunia pendidikan Sinjai secara keseluruhan.
Irwan juga mengakui peran besar para guru pembimbing dalam proses persiapan hingga pelaksanaan lomba. Dedikasi para pembimbing, katanya, menjadi faktor penentu yang tidak kalah penting dari bakat alami para peserta didik itu sendiri.
Lebih jauh, Irwan memandang FTBI sebagai wahana strategis untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu. Di tengah derasnya arus budaya global yang kerap menggerus penggunaan bahasa daerah, festival semacam ini dianggap sebagai benteng penting pelestarian warisan leluhur.
Dinas Pendidikan Sinjai berharap keberhasilan keempat pelajar ini dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya. Harapannya, semakin banyak generasi muda Sinjai yang termotivasi menggali dan mengembangkan potensi mereka di bidang bahasa serta budaya daerah, tidak hanya untuk meraih prestasi di ajang kompetitif, tetapi juga untuk menjaga kelestarian identitas budaya lokal.
Festival Tunas Bahasa Ibu sendiri merupakan program yang diinisiasi sebagai bagian dari upaya nasional menjaga vitalitas bahasa-bahasa daerah di Indonesia. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman bahasa terbesar di dunia, namun sejumlah kajian menunjukkan banyak bahasa daerah kini berstatus terancam akibat berkurangnya penutur muda. Program seperti FTBI diharapkan menjadi solusi konkret dari tantangan tersebut.
Bagi Sinjai, kemenangan di FTBI 2026 ini melanjutkan tradisi prestasi di bidang pelestarian budaya dan bahasa daerah. Kabupaten yang terletak di pesisir timur Sulawesi Selatan ini dikenal aktif mendorong pembinaan seni budaya lokal melalui jalur pendidikan formal maupun kegiatan ekstra kurikuler.
Ke depan, Dinas Pendidikan Sinjai menyatakan akan terus mengintensifkan pembinaan dan pelatihan bahasa daerah bagi peserta didik. Langkah ini diambil agar regenerasi penutur bahasa lokal terus berjalan, dan agar Sinjai dapat kembali bersaing, bahkan meningkatkan raihan prestasi, di festival-festival serupa pada tahun-tahun mendatang.


0 Komentar