
Bupati Ratnawati Pimpin Kontingen Sinjai, Borong Prestasi di Kirab Pangan Sulsel 2026
MAKASSAR, PACARITA - Satu prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kabupaten Sinjai di panggung Sulawesi Selatan. Dalam Lomba Kirab Swasembada Pangan yang digelar bersamaan dengan Jalan Sehat Anti Mager 2026, Sinjai berhasil meraih posisi Juara Harapan I, Ahad, 18 Oktober 2026.
Kegiatan bergengsi ini berlangsung tepat di depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan. Ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan turut ambil bagian, menjadikan ajang ini sebuah kompetisi yang ketat sekaligus pesta promosi pangan lokal yang meriah.
Kabupaten Sinjai tampil percaya diri dengan mengusung tema yang sarat pesan: “Dukung Petani, Kuatkan Ketahanan Pangan, Tingkatkan Ekonomi Daerah.” Tema itu bukan sekadar slogan. Ia tercermin nyata dalam tampilan tenant yang dipenuhi berbagai komoditas pangan unggulan asli bumi Sinjai—produk-produk yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian petani lokal.
Kontingen Sinjai dipimpin langsung oleh Bupati Hj. Ratnawati Arif, didampingi Wakil Bupati A. Mahyanto Mazda, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sinjai, Rozalina A. Mahyanto. Kehadiran pimpinan daerah secara langsung menjadi sinyal kuat bahwa isu ketahanan pangan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan komitmen nyata yang diemban dari tingkat kebijakan hingga lapangan.
Dalam kirab yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai penjuru Sulawesi Selatan itu, Sinjai memperkenalkan ragam produk pangan lokal yang selama ini belum banyak dikenal luas. Mulai dari hasil pertanian andalan hingga produk olahan berbasis bahan baku lokal, semuanya ditampilkan sebagai bukti bahwa Sinjai memiliki potensi pangan yang tidak boleh dipandang sebelah mata.
Bupati Ratnawati Arif mengaku tidak menyembunyikan rasa bangganya atas capaian yang diraih. Menurutnya, keikutsertaan Sinjai dalam lomba ini membawa makna yang jauh lebih dalam dari sekadar membawa pulang piala.
“Promosi ini diharapkan dapat memperluas pasar dan meningkatkan nilai ekonomi pangan lokal Sinjai,” ujar Ratnawati usai kegiatan berlangsung.
Pernyataan itu mencerminkan strategi jangka panjang yang sedang dibangun Pemkab Sinjai. Ketahanan pangan tidak lagi dipandang hanya sebagai urusan perut, tetapi sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan. Petani bukan hanya dipandang sebagai produsen, melainkan sebagai ujung tombak kemakmuran daerah yang perlu terus diberdayakan.
Ratnawati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergerak bersama mewujudkan pencapaian ini. Para petani, pelaku usaha pangan lokal, jajaran dinas terkait, hingga tim PKK disebut sebagai bagian tak terpisahkan dari keberhasilan yang diraih.
Prestasi di ajang Kirab Swasembada Pangan ini bukan berdiri sendiri. Ini merupakan bagian dari upaya sistematis yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk mendorong produktivitas sektor pertanian. Di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas yang kerap menekan petani, Sinjai memilih untuk hadir dengan solusi dan keberpihakan yang konkret.
Kehadiran langsung para pemimpin daerah dalam ajang seperti ini memiliki pesan tersendiri. Ia menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya duduk di balik meja, tetapi mau turun langsung mempromosikan dan membela produk rakyatnya. Di sinilah spirit “dukung petani” benar-benar menemukan wujudnya yang paling nyata.
Para pengunjung yang melintas di depan tenant Sinjai berkesempatan menyaksikan dan mengenal langsung produk-produk pangan yang selama ini hanya beredar di pasar lokal. Interaksi semacam ini membuka peluang baru—jaringan distribusi yang lebih luas, potensi kolaborasi antardaerah, hingga kemungkinan masuknya investor yang tertarik pada komoditas-komoditas potensial Sinjai.
Lomba Kirab Swasembada Pangan sendiri dirancang sebagai upaya kolektif Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendorong setiap daerah berlomba-lomba menampilkan dan mengoptimalkan potensi pangan masing-masing. Dalam konteks HUT ke-357 Sulawesi Selatan, ajang ini menjadi cermin perjalanan panjang sebuah provinsi yang kekayaan alamnya terus menanti untuk dikelola lebih maksimal.
Bagi Kabupaten Sinjai, Juara Harapan I bukan garis akhir. Ini adalah titik tolak. Ratnawati menegaskan bahwa prestasi ini diharapkan menjadi bahan bakar semangat untuk terus mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan produktivitas pertanian, dan memperkuat ekosistem yang mendukung petani agar mampu berproduksi secara konsisten dan berkelanjutan.
Di balik setiap produk pangan yang dipajang dalam tenant Sinjai, ada keringat petani, ada harapan keluarga, ada masa depan yang sedang dipertaruhkan. Dan ketika daerah hadir untuk membela itu semua di panggung yang lebih besar, itulah makna sesungguhnya dari sebuah pemerintahan yang berpihak.
Sinjai sudah berbicara. Kini saatnya produk-produk unggulannya didengar dan dikenal lebih jauh, melampaui batas-batas kabupaten, menjangkau pasar yang lebih luas, demi petani yang lebih sejahtera dan daerah yang lebih kuat.
0 Komentar