
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengikuti Rapat Paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar
MAKASSAR, PACARITA - Tiga ratus lima puluh tujuh tahun bukan usia yang pendek. Provinsi Sulawesi Selatan merayakan hari jadinya pada Senin, 19 Oktober 2026, dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya—sederhana, tanpa kemeriahan berlebih, namun tetap penuh makna. Rapat Paripurna digelar secara hybrid, mempertemukan para pemimpin daerah dari jarak jauh sebagai tanda empati terhadap sesama yang sedang dilanda musibah.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memilih hadir secara daring. Bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Makassar, ia mengikuti seluruh rangkaian acara dari Aula Sipakalebbi, Balai Kota Makassar. Kehadirannya, meski virtual, mencerminkan komitmen Kota Makassar sebagai ibu kota provinsi dalam menghormati momen bersejarah tersebut.
Di ujung lain, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, tampak hadir langsung di lokasi penyelenggaraan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda Sulsel. Para kepala daerah dari seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan pun turut bergabung dari wilayah masing-masing, menjadikan rapat paripurna ini benar-benar terasa lintas batas administratif.
Format hybrid yang dipilih tahun ini bukan sekadar adaptasi teknologi. Ada alasan yang lebih dalam. Peringatan HUT ke-357 Sulsel sengaja digelar tanpa kemeriahan sebagai wujud solidaritas terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan. Gubernur Andi Sudirman secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan perayaan tahun ini, sebuah sikap yang justru dinilai banyak pihak sebagai cerminan kepemimpinan yang peka.
Rapat paripurna bukan sekadar seremoni. Agenda yang dijalankan mencakup pembacaan sejarah berdirinya Sulawesi Selatan, refleksi perjalanan panjang provinsi ini, hingga pemaparan capaian pembangunan selama setahun terakhir. Momen itu menjadi ruang bagi para pemimpin daerah untuk duduk bersama—meski secara virtual—dan merenungkan sejauh mana Sulsel telah melangkah.
Tema yang diusung dalam HUT ke-357 ini adalah “Ekonomi Tumbuh, Swasembada Pangan, Jaya Infrastruktur.” Bukan sekadar slogan, tema itu merangkum tiga prioritas besar yang tengah dikejar pemerintah provinsi di tengah dinamika pembangunan nasional yang terus bergerak cepat.
Gubernur Andi Sudirman memaparkan capaian yang cukup menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan berhasil menyentuh angka 5,59 persen—sebuah pencapaian yang ia sebut sebagai bukti nyata komitmen bersama dalam mendukung target ekonomi nasional. Angka ini tidak lahir dari kebijakan instan, melainkan dari kerja kolektif antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota yang terus bersinergi.
Selain itu, Sulsel juga mencatatkan kontribusi signifikan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Surplus produksi padi menjadi salah satu keunggulan yang ditonjolkan, menempatkan Sulsel sebagai salah satu lumbung pangan penting di kawasan timur Indonesia. Capaian ini relevan di tengah kekhawatiran global terhadap krisis pangan yang masih membayangi berbagai belahan dunia.
Pembangunan infrastruktur turut menjadi sorotan dalam pidato gubernur. Berbagai rencana dan realisasi proyek infrastruktur dipaparkan dengan tujuan memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Dalam konteks Sulsel yang memiliki geografi beragam—dari pegunungan Toraja hingga pesisir Selayar—infrastruktur bukan sekadar jalan dan jembatan, melainkan tulang punggung pemerataan.
Munafri Arifuddin pun tidak tinggal diam. Wali Kota Makassar itu menyuarakan harapannya agar momentum hari jadi Sulsel menjadi titik pijak untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan seluruh pemerintah daerah di Sulsel. Baginya, kolaborasi yang solid adalah kunci agar program pembangunan tidak berhenti di atas kertas.
“Kita berharap melalui sinergi yang terus terbangun, pembangunan daerah dapat terus berjalan, pertumbuhan ekonomi semakin kuat, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” ujar Munafri dalam pernyataannya yang disampaikan dari Aula Sipakalebbi.
Pernyataan itu bukan sekadar retorika seremonial. Makassar, sebagai pusat ekonomi dan jasa di kawasan timur Indonesia, memiliki peran strategis yang besar dalam menopang pertumbuhan Sulsel secara keseluruhan. Kolaborasi antara Makassar dan daerah-daerah penyangga lainnya menjadi faktor krusial dalam mewujudkan target pembangunan provinsi.
Munafri juga menegaskan bahwa kolaborasi antarpemerintah daerah adalah salah satu faktor penting untuk memastikan program pembangunan berjalan optimal. Ia mendorong agar semangat yang terasa dalam rapat paripurna hari jadi ini tidak berhenti pada momen seremonial semata, melainkan berlanjut dalam tindakan nyata di lapangan.
Di akhir rangkaian acara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan harapan yang senada. Sinergi antara provinsi dan kabupaten/kota harus terus diperkuat, bukan hanya untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk memastikan ketahanan pangan terjaga dan pembangunan infrastruktur merata hingga ke pelosok-pelosok wilayah.
Tiga ratus lima puluh tujuh tahun adalah perjalanan yang panjang bagi sebuah provinsi. Sulawesi Selatan telah melewati berbagai babak sejarah—dari masa kerajaan hingga era otonomi daerah, dari konflik bersenjata hingga fase pembangunan yang kian pesat. Dan di tengah segala tantangan yang masih menghadang, semangat hari jadi ini tampaknya masih menyala, dirayakan bukan dengan pesta, melainkan dengan komitmen.
0 Komentar