SINJAI, PACARITA - Harga minyak mentah dunia menembus angka lebih dari seratus dolar per barel. Di tengah tekanan itu, Presiden Prabowo Subianto memilih menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 19 Oktober 2026—bukan untuk panik, melainkan untuk memastikan rakyat tetap mendapat bahan bakar tanpa gejolak.
Rapat itu bukan sekadar formalitas. Agenda yang dibahas menyentuh langsung denyut nadi perekonomian: ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak di seluruh penjuru Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, di saat pasar energi global sedang bergejolak hebat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, membuka paparan dengan angka yang cukup membuat dahi berkerut. Harga Indonesian Crude Price—acuan harga minyak mentah Indonesia—saat ini bertengger di kisaran 105 hingga 106 dolar AS per barel. Angka itu jauh lebih tinggi dari rata-rata sepanjang Januari hingga Oktober 2026 yang berada di angka 91 hingga 92 dolar per barel.

0 Komentar