TpY5GUWiGfA8BUG0GfziTpz5
0
    0
      Breaking News

      Pemkab Sinjai Gandeng Unismuh Makassar, Dorong Inovasi Pertanian dan Pemberdayaan UMKM


      MAKASSAR, PACARITA
      - 
      Pagi itu, di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar, dua tangan bertemu dalam satu kesepakatan. Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, dan Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Abdul Rahim Nanda, menandatangani Nota Kesepahaman Bersama yang menandai babak baru kerja sama antara pemerintah daerah dan dunia akademik, Selasa pagi, 20 Oktober 2026.

      Penandatanganan itu bukan acara biasa. Momen tersebut dirangkaikan dengan Rapat Senat Luar Biasa dalam rangka Wisuda ke-89 Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor Unismuh Makassar, menjadikan kesepakatan ini lebih dari sekadar formalitas administratif.

      Ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup tiga bidang utama, yakni pendidikan, pelatihan, dan workshop, kemudian penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia dan sumber daya alam. Ketiga bidang itu dipilih bukan tanpa alasan. Ketiganya menyentuh langsung kebutuhan paling mendasar yang selama ini dirasakan Kabupaten Sinjai dalam memacu pembangunan daerah.

      Unismuh Makassar telah lama dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi paling berpengaruh di Sulawesi Selatan. Kapasitasnya dalam mencetak sumber daya manusia yang kompetitif dinilai sangat selaras dengan arah pembangunan Sinjai yang terangkum dalam visi, yaitu mewujudkan masyarakat yang maju, sejahtera, mandiri, dan berkeadilan.

      Dalam sambutannya, Bupati Ratnawati menyampaikan harapan besar terhadap kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa Unismuh Makassar diharapkan mampu menjadi mitra strategis yang nyata bagi Sinjai, bukan hanya sebagai penyedia gelar akademik, tetapi sebagai motor penggerak peningkatan kapasitas sumber daya manusia di berbagai lini.

      Kerja sama ini mencakup peningkatan kompetensi aparatur pemerintah daerah melalui program pelatihan dan kegiatan pengembangan SDM yang terstruktur dan terukur. Dengan begitu, pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sinjai diharapkan tidak hanya andal di bidang administrasi, tetapi juga memiliki wawasan dan kapabilitas yang terus berkembang sesuai kebutuhan zaman.

      Bupati Ratnawati menyebut bahwa pihaknya sangat optimis dengan kemitraan ini. Menurutnya, Unismuh bisa hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari pendidikan formal, pelatihan vokasi, hingga bimbingan teknis yang aplikatif dan langsung berdampak pada kinerja pemerintahan di tingkat lokal.

      Lebih jauh, Bupati memaparkan agenda besar yang ingin dicapai Sinjai melalui kolaborasi ini. Kabupaten yang terletak di bagian timur Sulawesi Selatan itu memiliki potensi yang melimpah, baik dari sisi pertanian, hortikultura, perikanan, maupun pariwisata. Namun potensi itu, kata Bupati, membutuhkan sentuhan riset dan inovasi agar bisa dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

      Lahan pertanian yang luas, hasil hortikultura unggulan berkualitas ekspor, serta kekayaan sektor perikanan menjadi aset yang selama ini belum sepenuhnya dimaksimalkan. Di sinilah peran perguruan tinggi menjadi krusial, sebagai jembatan antara pengetahuan ilmiah dan praktik lapangan yang dibutuhkan para petani, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Sinjai.

      Bupati Ratnawati menyampaikan visinya dengan tegas, bahwa ia ingin mengintegrasikan keahlian akademik Unismuh dengan kebutuhan nyata di daerah. Tujuannya jelas, agar program-program yang lahir dari kolaborasi ini benar-benar tepat sasaran, bukan sekadar proyek yang bagus di atas kertas tetapi miskin dampak di lapangan.

      Riset terapan yang dapat langsung diadopsi oleh masyarakat menjadi salah satu target konkret yang disebut dalam forum itu. Ia berharap para petani tidak lagi hanya mengandalkan cara-cara lama yang belum tentu efisien, nelayan bisa mendapatkan akses terhadap teknologi penangkapan yang lebih modern, dan pelaku UMKM mendapat pendampingan yang berbasis riset agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

      Selain pengembangan sektor primer, MoU ini juga menyentuh aspek pertumbuhan ekonomi secara lebih luas. Sinjai menetapkan pengembangan potensi daerah berbasis agrobisnis, agroindustri, pariwisata, dan pemberdayaan UMKM sebagai pilar utama strategi ekonominya. Melalui keterlibatan Unismuh, strategi itu diharapkan mendapat fondasi riset yang kuat dan metodologi yang terstandar.

      Bupati Ratnawati juga menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini bukan sekadar seremoni yang berakhir begitu dokumentasi foto selesai diambil. Ini adalah komitmen bersama yang membutuhkan tindak lanjut nyata, pengawalan yang konsisten, dan evaluasi berkala agar setiap klausul dalam kesepakatan benar-benar diwujudkan dalam program dan kegiatan yang terukur.

      Sinyal itu sekaligus menjadi respons terhadap kekhawatiran yang kerap muncul dalam tata kelola pemerintahan daerah, bahwa banyak nota kesepahaman yang ditandatangani dengan penuh antusias namun kemudian mati suri karena tidak ada mekanisme tindak lanjut yang jelas. Ratnawati ingin Sinjai menjadi pengecualian dari pola itu.

      Dalam acara tersebut, Bupati hadir didampingi Staf Ahli Bidang Sosial dan SDM, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, para Kepala Perangkat Daerah teknis terkait, serta Kepala Bagian Hukum dan Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Sinjai. Kehadiran deretan pejabat ini menunjukkan bahwa pemerintah Sinjai memandang serius kerja sama ini sejak awal.

      Bagi Unismuh Makassar, MoU dengan Kabupaten Sinjai memperkuat posisi perguruan tinggi tersebut sebagai institusi yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan wilayah. Kolaborasi semacam ini juga menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja perguruan tinggi, yakni sejauh mana lembaga pendidikan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitarnya.

      Ke depan, publik tentu akan menantikan realisasi nyata dari kesepakatan yang telah ditandatangani ini. Apakah program-program pengembangan SDM akan segera digulirkan, apakah riset terapan akan benar-benar menyentuh kehidupan petani dan nelayan Sinjai, dan apakah sinergi antara kampus dan pemerintah daerah ini akan menjadi model yang bisa direplikasi oleh daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan.

      Yang pasti, langkah Bupati Ratnawati hari itu bukan sekadar menandatangani selembar dokumen. Ia sedang meletakkan batu pertama dari sebuah jembatan yang, jika dibangun dengan sungguh-sungguh, bisa menghubungkan potensi besar Sinjai dengan ilmu pengetahuan dan inovasi yang selama ini masih terpisah oleh jarak dan keterbatasan akses.

      Baca juga:

      Loading...
      Tambahkan komentar

      0 Komentar

      Tulis komentar
      Next Post
      Next Post
      Ads
      Ads
      Ads

      Info

      Info
      • 59 Street, 06 Lane, Newyork
      • +0123456789
      • info@domainku.com