TpY5GUWiGfA8BUG0GfziTpz5
0
    0
      Breaking News

      Kapolrestabes Surabaya Beri Santunan ke 127 Anak Yatim dan Bayi Binaan Griya Yatim

      Kunjungan Mengharukan, Polrestabes Surabaya Sambangi Griya Yatim Bersama Bhayangkari


      MALANG, PACARITA - Kedatangan tamu tak terduga di Griya Yatim dan Balita membuat suasana pagi itu langsung berubah menjadi penuh kehangatan. Kapolrestabes Surabaya, Komisaris Besar Lutfie, bersama jajaran dan ibu-ibu Bhayangkari tiba-tiba hadir, membawa serta santunan untuk puluhan anak asuh yang tinggal di bawah naungan yayasan tersebut.

      Arief Camra, Ketua Umum Sahabat Yatim Dhuafa sekaligus sosok di balik gerakan sosial yang menaungi Griya Yatim, mengaku tak menyangka dengan kunjungan tersebut. Aktivis kemanusiaan yang dikenal luas atas dedikasinya merawat lansia terlantar di Griya Lansia Husnul Khotimah Malang ini sempat terkejut saat mengetahui siapa tamunya hari itu.

      Kunjungan dipandu oleh Purnomo, salah satu pengurus yang menemani rombongan dari kepolisian menyusuri setiap sudut fasilitas yayasan. Di sana, Kapolrestabes Lutfie beserta seluruh rombongan berkesempatan langsung bercengkerama dengan 40 bayi binaan dan 87 anak yatim yang sehari-hari tinggal dan diasuh di tempat itu.

      Momen itu berlangsung penuh keakraban. Para perwira kepolisian yang hadir duduk bersama anak-anak, berinteraksi langsung, dan tidak sekadar menyerahkan bantuan secara seremonial belaka.

      Ibu-ibu Bhayangkari yang turut serta dalam rombongan juga memberikan santunan secara langsung kepada anak-anak tersebut. Total ada 127 anak, terdiri dari bayi dan anak yatim, yang merasakan kepedulian dari institusi kepolisian pada hari itu.

      Griya Yatim dan Balita sendiri merupakan salah satu lembaga sosial yang berada di bawah koordinasi Sahabat Yatim Dhuafa, organisasi nirlaba yang dipimpin Arief Camra. Yayasan ini berfokus pada pembinaan anak yatim piatu, perawatan bayi terlantar, hingga pendampingan Orang Dengan Gangguan Jiwa, atau ODGJ.

      Arief Camra dikenal bukan hanya sebagai pengusaha, tetapi juga sebagai aktivis sosial yang terjun langsung dalam berbagai kegiatan kemanusiaan di Indonesia. Nama lahirnya adalah Arief Rakhman Hakim, dan kiprahnya di dunia sosial sudah berlangsung bertahun-tahun, dimulai dari pengelolaan Yayasan Griya Lansia Husnul Khotimah di Malang, Jawa Timur, yang merawat ratusan lansia terlantar.

      Kehadiran aparat kepolisian dalam kunjungan seperti ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ini menjadi sinyal bahwa institusi penegak hukum pun menaruh perhatian nyata terhadap keberlangsungan lembaga-lembaga sosial yang selama ini menopang kelompok rentan di masyarakat.

      Bagi para pengurus yayasan, kunjungan semacam ini memberikan energi baru. Dukungan moral dari tokoh publik dan institusi negara menjadi penguat semangat para relawan dan pengasuh yang bekerja tanpa henti setiap harinya.

      Anak-anak di Griya Yatim dan Balita mendapatkan lebih dari sekadar santunan materi pada hari itu. Mereka juga merasakan kehadiran orang-orang yang peduli, yang mau meluangkan waktu untuk datang, duduk bersama, dan mendengarkan, sesuatu yang bagi banyak dari mereka jarang sekali bisa dirasakan.

      Momen ini sekaligus mengingatkan publik bahwa kepedulian sosial tidak harus menunggu momentum besar. Kunjungan sederhana dari seorang pejabat, apabila dilakukan dengan tulus, bisa meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak yang tumbuh jauh dari pelukan keluarga kandung mereka.

      Arief Camra menutup catatannya dengan ungkapan syukur dan doa, menyebut momen ini sebagai berkah yang tak terduga. Baginya, setiap perhatian yang datang untuk anak-anak asuhnya adalah bukti nyata bahwa kebaikan masih terus bergerak di tengah masyarakat.

      Yayasan dan lembaga sosial seperti Griya Yatim dan Balita kerap mengandalkan dukungan dari berbagai pihak untuk bisa terus beroperasi. Biaya perawatan bayi, kebutuhan gizi anak-anak, hingga pendidikan sehari-hari memerlukan sumber daya yang tidak sedikit, dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi tulang punggung keberlangsungannya.

      Kunjungan Kapolrestabes Surabaya bersama Bhayangkari ini pun diharapkan bisa menginspirasi lebih banyak pihak, baik dari kalangan pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum, untuk turut memberikan perhatian kepada lembaga-lembaga sosial yang bekerja diam-diam namun penuh dedikasi.

      Di balik tembok sederhana Griya Yatim dan Balita, 127 anak tumbuh dalam keterbatasan namun dikelilingi kasih sayang para pengasuh. Hari itu, mereka juga merasakan bahwa negara, dalam wujud seragam kepolisian, hadir untuk mereka.

      Baca juga:

      Loading...
      Tambahkan komentar

      0 Komentar

      Tulis komentar
      Next Post
      Next Post
      Ads
      Ads
      Ads

      Info

      Info
      • 59 Street, 06 Lane, Newyork
      • +0123456789
      • info@domainku.com