TpY5GUWiGfA8BUG0GfziTpz5
0
    0
      Breaking News

      Bupati Pinrang Pimpin Rakor Kebersihan, Sampah Jadi Prioritas Utama Daerah

      KABUPATEN PINRANG, BUPATI PINRANG, PENGELOLAAN SAMPAH, LINGKUNGAN HIDUP, KEBERSIHAN LINGKUNGAN, ADIPURA, IRWAN HAMID

      Bupati Pinrang, H. A. Irwan Hamid, S.Sos

      PINRANG, PACARITA - Pemerintah Kabupaten Pinrang tidak mau lagi setengah-setengah dalam menangani persoalan sampah. Bupati Pinrang, H. A. Irwan Hamid, memimpin langsung rapat koordinasi penanganan kebersihan dan lingkungan hidup di Ruang Rapat Bupati, Senin, 19 Oktober 2026 — sebuah langkah yang menunjukkan betapa seriusnya pemerintah daerah menempatkan kebersihan lingkungan sebagai prioritas nyata, bukan sekadar slogan.

      Rapat itu bukan sekadar pertemuan rutinitas birokrasi. Di hadapan jajaran perangkat daerah dan pemerintah kecamatan, Bupati Irwan menyampaikan arahan yang tegas: persoalan sampah harus ditangani secara serius, berkelanjutan, dan melibatkan semua unsur pemerintahan hingga ke tingkat paling bawah.

      Selama ini, pengelolaan sampah di berbagai daerah kerap menjadi persoalan yang berulang setiap tahun tanpa solusi yang tuntas. Kabupaten Pinrang tampak ingin keluar dari jebakan itu. Bupati Irwan menekankan bahwa penanganan sampah bukan hanya tugas dinas teknis, melainkan tanggung jawab lintas sektor yang harus dijalankan secara sinergis.

      Lingkungan yang bersih, menurut Bupati Irwan, bukan sekadar soal estetika. Ia memiliki peran langsung dalam menjaga kesehatan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Ketika lingkungan tidak terjaga, risiko penyakit meningkat, kenyamanan publik terganggu, dan citra daerah pun ikut terpengaruh.

      “Persoalan sampah yang kerap menjadi tantangan setiap tahun dapat diatasi melalui langkah-langkah konkret dan terkoordinasi,” kata Bupati Irwan dalam rapat tersebut. Ia menambahkan, upaya itu diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kondisi lingkungan yang tidak terjaga.

      Untuk mewujudkan itu, Bupati Irwan mendorong optimalisasi sumber daya yang tersedia dan mendorong inovasi dalam pengelolaan kebersihan. Artinya, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan cara-cara lama, tetapi membuka ruang bagi pendekatan baru yang lebih efektif dan efisien dalam mengelola sampah dari hulu ke hilir.

      Satu poin yang digarisbawahi Bupati Irwan adalah partisipasi aktif masyarakat. Tanpa keterlibatan warga, program kebersihan sebagus apa pun akan berjalan pincang. Kesadaran masyarakat tentang perilaku hidup bersih dalam keseharian dinilainya sebagai fondasi utama yang harus dibangun bersamaan dengan pembenahan sistem pengelolaan sampah dari sisi pemerintah.

      Rapat koordinasi ini juga menyentuh isu yang lebih strategis: evaluasi Adipura. Program penilaian kebersihan kota dari pemerintah pusat itu menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pengelolaan lingkungan hidup di suatu daerah. Namun Bupati Irwan menegaskan, upaya menjaga kebersihan tidak boleh hanya timbul saat musim penilaian tiba.

      “Kebersihan harus dijaga secara konsisten dan terus-menerus, bukan hanya ketika akan dinilai,” pesan Bupati Irwan kepada seluruh hadirin. Pernyataan ini seolah menjadi koreksi atas pola pikir lama yang masih melekat di banyak instansi: berbenah hanya saat ada kamera atau tim penilai datang.

      Bagi Pinrang, Adipura bukan sekadar piala. Penghargaan itu merupakan cerminan dari konsistensi sebuah daerah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungannya. Meraihnya butuh kerja panjang, bukan sprint menjelang penilaian.

      Dalam kesempatan yang sama, Bupati Irwan menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga. Setiap perangkat daerah dan pemerintah kecamatan diminta mengambil peran sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Tidak ada yang bisa bekerja sendiri dalam urusan kebersihan ini — koordinasi adalah kuncinya.

      “Sinergi antarlembaga ini sangat penting, sehingga penanganan sampah dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” harap Bupati Pinrang di hadapan peserta rapat.

      Yang menarik, pendekatan Pemkab Pinrang tidak berhenti pada aspek teknis pengelolaan sampah. Ada dimensi kultural yang ingin disentuh: menjadikan kebiasaan menjaga kebersihan sebagai budaya yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat Pinrang. Ini adalah cita-cita jangka panjang yang jauh lebih bermakna dibanding sekadar menambah armada truk sampah atau membangun TPS baru.

      Membangun budaya bersih memang bukan pekerjaan semalam. Ia membutuhkan pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan dari pemimpin hingga ke lapisan masyarakat terbawah. Rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh bupati adalah sinyal bahwa Pinrang ingin memulai perjalanan panjang itu dari tingkat paling atas.

      Melalui rapat ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang sedang meletakkan fondasi untuk sistem penanganan kebersihan yang lebih terencana, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Bukan sistem yang hidup musiman, lalu mati saat momentum berlalu.

      Kabupaten Pinrang punya modal. Komitmen politik sudah ditunjukkan dari kursi bupati. Yang kini dibutuhkan adalah eksekusi nyata di lapangan, partisipasi warga yang terus tumbuh, dan konsistensi yang tidak goyah meski sorotan publik sudah bergeser ke isu lain.

      Jika semua elemen itu berjalan beriringan, lingkungan Pinrang yang bersih, sehat, dan asri bukan lagi sekadar mimpi di atas kertas — melainkan kenyataan yang bisa dirasakan langsung oleh setiap warganya.

      Baca juga:

      Loading...
      Tambahkan komentar

      0 Komentar

      Tulis komentar
      Next Post
      Next Post
      Ads
      Ads
      Ads

      Info

      Info
      • 59 Street, 06 Lane, Newyork
      • +0123456789
      • info@domainku.com