SINJAI, PACARITA - Reputasi Kabupaten Sinjai dalam mengelola media penyiaran pemerintah daerah rupanya tak hanya diakui di tingkat lokal. Selasa, 20 Oktober 2026, rombongan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Takalar tiba di Sinjai dengan satu tujuan, mempelajari langsung bagaimana pemerintah setempat mengelola operasional radio dan televisi miliknya hingga dikenal sebagai salah satu yang teraktif di Sulawesi Selatan.
Rombongan yang dipimpin Kepala Bidang Humas dan Komunikasi Publik Diskominfo Takalar, Andi Gunawan, itu disambut hangat oleh Sekretaris Diskominfo Sinjai, Badriyanti Arta, bersama sejumlah jajarannya di ruang kerja Kepala Diskominfo Sinjai. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan terbuka, mencerminkan semangat kolaborasi antardaerah yang belakangan semakin dibutuhkan dalam tata kelola komunikasi publik modern.
Pilihan Takalar untuk menjadikan Sinjai sebagai lokus studi tiru bukan tanpa alasan. Andi Gunawan mengungkapkan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada rekomendasi langsung dari Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Sinjai disebut-sebut sebagai daerah yang selangkah lebih maju dalam hal pengelolaan media milik pemerintah daerah, khususnya dari sisi operasional harian dan pemeliharaan teknis perangkat penyiaran.
Setelah meninjau langsung fasilitas studio Radio dan TV Sinjai, Andi Gunawan tak menyembunyikan kekagumannya. Ia menilai apa yang dibangun Sinjai selama ini benar-benar layak dijadikan referensi. Menurutnya, daerah lain perlu belajar dari pengalaman nyata, bukan sekadar teori atau dokumen perencanaan di atas meja.
Bagi Diskominfo Sinjai, kunjungan ini bukan sekadar momen menerima tamu kehormatan. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dinilai sama-sama menguntungkan. Pengelolaan media penyiaran pemerintah, menurut Sekretaris Diskominfo Sinjai Badriyanti Arta, tidak bisa berjalan hanya dengan niat baik. Dibutuhkan dukungan teknis yang andal, tata kelola operasional yang terstruktur, serta pemeliharaan perangkat secara berkala agar layanan informasi kepada masyarakat dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Badriyanti menegaskan bahwa pengelolaan media komunikasi pemerintah adalah tanggung jawab jangka panjang. Infrastruktur siaran yang baik harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang terlatih dan sistem pemeliharaan yang terjadwal. Tanpa keduanya, kualitas siaran hanya akan baik di awal dan melemah seiring waktu.
Diskominfo Sinjai selama ini memang dikenal konsisten membuka pintu bagi pemerintah daerah lain yang ingin belajar dari pengalaman mereka. Keterbukaan itu bukan hal yang baru. Berbagai daerah di Sulawesi Selatan telah lebih dahulu melakukan kunjungan serupa, dan Sinjai selalu menyambutnya sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem komunikasi publik yang lebih kuat di tingkat regional.
Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan studi tiru seperti ini mencerminkan kesadaran yang tumbuh di kalangan pemerintah daerah bahwa komunikasi publik bukan lagi urusan sampingan. Media penyiaran milik pemerintah, bila dikelola dengan baik, dapat menjadi saluran informasi yang efektif, kredibel, dan menjangkau masyarakat yang belum tentu terhubung dengan media digital.
Sinjai membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang serius, radio dan televisi pemerintah daerah masih sangat relevan. Di tengah gempuran media sosial dan platform digital, kehadiran media penyiaran lokal yang konsisten justru menjadi penyeimbang penting dalam ekosistem informasi masyarakat.
Badriyanti Arta berharap kunjungan Diskominfo Takalar tidak berhenti pada pertukaran informasi semata. Ia mendorong agar diskusi yang telah terjalin menjadi fondasi kerja sama yang lebih konkret antara dua kabupaten, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas layanan informasi kepada warga.
Sinjai dan Takalar memiliki konteks geografis dan demografis yang tidak jauh berbeda sebagai kabupaten di Sulawesi Selatan. Kesamaan tersebut justru membuka peluang besar untuk saling berbagi solusi atas tantangan yang juga serupa, mulai dari keterbatasan anggaran, kebutuhan pelatihan SDM, hingga modernisasi perangkat siaran yang tidak murah.
Langkah Takalar mendatangi Sinjai adalah sinyal bahwa pemerintah daerah semakin proaktif mencari referensi dari sesama, alih-alih sepenuhnya bergantung pada panduan dari pusat. Praktik berbagi ilmu antardaerah seperti ini pelan-pelan membentuk jaringan pengetahuan yang lebih hidup dan kontekstual.
Diskominfo Sinjai, di sisi lain, melihat setiap kunjungan studi tiru sebagai cermin untuk terus berbenah. Menjadi rujukan bagi daerah lain adalah kebanggaan, sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga dan meningkatkan standar yang telah dibangun.
Ke depan, kolaborasi antardaerah dalam pengelolaan komunikasi publik diharapkan bisa terwujud dalam bentuk yang lebih sistematis, tidak hanya sekadar kunjungan satu hari, tetapi menjadi kemitraan jangka panjang yang saling memperkuat kapasitas masing-masing daerah dalam melayani informasi kepada masyarakat.

0 Komentar